Senin, 13 Agustus 2012

Pengaktifan kembali lokomotif listrik ESS3201 (Djoko Top)


 
Setelah sekian lama terdiam, Rabu tanggal 18 Juli 2012 lokomotif listrik ESS3201 kembali melakukan test run menyusuri lintas Jakarta–Bogor dimana dahulu lokomotif ini beroperasi. Balai Yasa Manggarai sebagai tempat perbaikan kereta, gerbong, dan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) sekaligus yang melakukan penghidupan kembali lokomotif listrik ESS3201 melakukan test run uji coba Kereta Luar Biasa (KLB) ESS 3201 Werkspoor Djokotop dari Stasiun Manggarai sampai dengan Stasiun Depok dengan stamformasi lokomotif listrik ESS3201 Werkspoor Djokotop dan rangkaian kereta api wisata Djoko Kendil.
Lokomotif ini berangkat pukul 23.30 KLB ESS3201 Werkspoor Djokotop berjalan dengan kecepatan rata-rata 60 km, selama perjalanan pegawai Balai Yasa Manggarai mengawal & mengecek kondisi lokomotif ESS3201 Werkspoor Djokotop yang sudah berusia 87 tahun ini.

test run bon-bon 2
KLB ESS3201 Werkspoor Djokotop beserta rangkaian kereta api wisata Djoko Kendil siap berangkat dari Stasiun Depok lama.

Setelah dilakukan pengetesan akan dilakukan evaluasi secara menyeluruh oleh jajaran Balai Yasa Manggarai,  nantinya rangkaian ini akan menjadi kereta wisata yang memutari Jakarta. Malam itu Bonbon dipacu dari Depok baru-Manggarai tanpa kendala apapun, pengereman sukses yang tadinya dari sistem Vacuum menjadi Air Brake.

Lokomotif CC300



Pada tanggal 18 Juli 2012, telah dilakukan uji jalan ( Test Run ) lokomotif terbaru produksi PT.INKA, yaitu lokomotif diesel hidrolik CC300. Uji jalan ini dilaksanakan menempuh rute Madiun – Ngajuk dengan lokomotif CC 300 menarik rangkaian gerbong kereta kedinasan. Rute Madiun – Nganjuk dipilih karena mempunyai lintas yang tidak hanya datar tetapi juga memiliki tanjakan sehingga bisa digunakan untuk menguji kemampuan lomotif CC 300 dalam menghadapi tanjakan.
Dalam uji jalan kali ini lokomotif CC 300 juga menjalani serangkaian pengujian,yaitu uji kecepatan maksimum, akselerasi, pengereman maupun pengereman darurat ( emergency break ).
Lokomotif ini mempunyai panjang 19 m, lebar 2,642 m dan berat sekitar 90 ton. Kecepatan maksimalnya adalah 120 km/jam, power outputnya adalah 2500 HP dan memiliki traksi effort sebesar 270 KN untuk starting. Mesinnya memakai mesin diesel Caterpillar dengan transmisi dari Voith. Sistem pengereman memakai produk Wabtec, master controller memakai produk Woojin dari Korea Selatan, juga dilengkapi dengan genset C15 dari Caterpilar sehingga tidak memerlukan kereta pembangkit jika menarik rangkaian kereta penumpang.
Saat ini sudah ada 3 lokomotif CC300 yang dibuat oleh PT Inka dan sedang menjalani test run di pabrik Inka. Direncanakan lokomotif ini akan ditempatkan di Dipo lokomotif Jember karena dipo itu tak mempunyai banyak lokomotif.

Jumat, 03 Agustus 2012

Gerbong Barang Indonesia


Jenis Gerbong:

GR = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tangan.
GWRU = kereta tertutup bergandar 1 dengan 3 bogie untuk angkutan semen
GW = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tekanan udara
GL = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan semen/pupuk dengan rem hampa dan rem tangan
GGR =kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tangan
DGGW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tekanan udara
GGW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan semen/pupuk dengan rem tekanan udara
JJW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan ampas tebu dengan rem tekanan udara
KR = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan benda cair atau gas (tangki) dengan rem tangan
KW = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan benda cair atau gas (tangki) dengan rem tekanan            udara
KKRU = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan benda cair atau gas (tangki) dengan rem tangan
KKW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan benda cair atau gas (tangki) dengan rem
            tekanan udara
KKBR = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan batubara dengan rem tangan
KKBW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan batubara dengan rem tekanan udara
PBR = kereta datar bergandar 1 untuk angkutan batubara atau peti kemas dengan rem tangan
PPCW = kereta datar bergandar 2 untuk angkutan batubara atau peti kemas dengan rem    
              tekanan udara
PKPKW = kereta datar bergandar 3 untuk angkutan batubara atau peti kemas dengan rem    
                tekanan udara
TW = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan pulp kertas dengan rem tekanan udara
TTW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan pulp kertas dengan rem tekanan udara
VR = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan ternak dengan rem tangan
VW = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan ternak dengan rem tekanan udara
YR = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan pasir dengan rem tangan
YW = kereta tertutup bergandar 1 untuk angkutan pasir dengan rem tekanan udara
YYU = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan pasir dengan rem tangan
YYW = kereta tertutup bergandar 2 untuk angkutan pasir dengan rem tekanan udara
ZZOW = kereta terbuka bergandar 2 untuk angkutan ballast dengan rem tekanan udara



Kategorisasi kode gerbong barang:

“G” (Gesloten) untuk memuat barang dan pintunya dapat ditutup;
“K” untuk memuat benda yang dimuat dengan cara curah (batubara, minyak, batu ballast);
“P” (Plaat) untuk memuat barang yang bentuknya panjang;
“T” untuk memuat bahan bangunan yang atapnya dapat ditutup;
“V” (Vee) untuk memuat ternak;
“Y” untuk memuat bahan bangunan namun tanpa atap alias terbuka;
“Z” (Zand) untuk memuat pasir / bebatuan;
'J' : gerbong untuk memuat ampas tebu;
“W” : gerbong dilengkapi dengan peralatan rem udara tekan (sistem Westinghouse);
“R” : gerbong dilengkapi dengan peralatan rem tangan;
“L” : gerbong menggunakan rem hampa dan rem tangan.


Wujudnya:

GR

GWru


GW



GL


GGR



DGGW


GGW


JJW

KR


KW


KKRU

KKW

KKBR


KKBW

PBR

PPCW

PKPKW

TW
Gambar Kecil

TTW

VR

VW

YR

YW

YYU

YYW

ZZOW