Jumat, 20 Januari 2012

Lokomotif Disel Indonesia

BB200

Lokomotif BB 200 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe pertama dengan transmisi daya DC - DC yang sudah digunakan di Jawa sejak tahun1957.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 950 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A)(A1A). Hal ini dibuat agar tekanan gandarnya rendah, karena berat lokomotif ini sebesar 75 ton.
Lokomotif ini terdapat di beberapa dipo lokomotif, antara lain :
  • Dipo Lokomotif Semarang Poncol (BB200-21, BB200-29)
  • Dipo Lokomotif Tanjung Karang (BB200-07, BB200-14)

Profil Lokomotif BB200
  • Panjang body : 13106 mm
  • Lebar body : 2794 mm
  • Berat kosong : 70 ton
  • Daya mesin : 950 HP
  • Jumlah motor traksi : 4 buah
  • Kecepatan maksimum : 110 km/jam
Mesin
  • Mesin Diesel :EMD-G8
  • Kompresi : 2 Langkah
  • Transmisi : Diesel Electric
  • Generator-Motor Traksi : DC-DC
  • Kapasitas Bahan Bakar : 1547 Liter
  • Kapasitas Pasir : 251 Liter
  • Kapasitas Air Pendingin : 412 liter

BB201

Lokomotif BB 201 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe kedua dengan transmisi daya DC - DC yang sudah dioperasikan sejak tahun 1964.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1425 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A)(A1A). Susunan gandarnya sama seperti lokomotif BB200.
Profil lokomotif BB201
Panjang body : 13106 mm
Lebar body : 2819 mm
Berat kosong : 74 ton
Daya mesin : 1425 HP
Jumlah motor traksi : 4 buah
Kecepatan maksimum : 120 km/jam

BB202

Lokomotif BB 202 buatan General Motors adalah lokomotif diesel elektrik tipe ketiga dengan transmisi daya DC - DC yang mulai beroperasi sejak tahun 70-an. Lokomotif ini berebeda dengan lokomotif BB200 dan BB201 ataupu lokomotif diesel elektrik lain, lokomotif yang mempunyai satu kabin masinis ini tidak memiliki hidung (nose)
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1100 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah (A1A)(A1A). Susunan gandarnya serupa dengan lokomotif BB200 ataupun BB201.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Kertapati untuk dinasan kereta penumpang dan kereta barang.
Profil Lokomotif BB202
Panjang body : 11582 mm
Lebar body : 2965 mm
Berat kosong : 62 ton
Daya mesin : 1100 HP
Jumlah motor traksi : 4 buah
Kecepatan maksimum : 100 km/jam

BB203

Lokomotif BB 203 buatan General Electric adalah lokomotif diesel elektrik tipe keempat (U18B) dengan transmisi daya DC - DC yang mulai beroperasi sejak tahun 1978.
Bentuk, ukuran, dan komponen utama lokomotif ini sama seperti lokomotif CC201, yang membedakan adalah susunan gandarnya. Jika lokomotif CC201 bergandar Co'-Co' dimana setiap bogienya memiliki tiga gandar penggerak, lokomotif BB203 bergandar (A1A)(A1A), dimana setiap bogienya juga memiliki tiga gandar, tetapi hanya dua gandar dalam setiap bogienya yang digunakan sebagai gandar penggerak.
Jika lokomotif CC201 memiliki enam motor traksi, lokomotif BB203 hanya memiliki empat motor traksi.

BB204
Lokomotif BB 204 merupakan satu-satunya lokomotif di Indonesia buatan Eropa, yaitu SLM yang khusus dioperasikan pada jalan rel bergigi. Lokomotif ini sudah ada di Indonesia sejak 1981.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1230 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Bo' 2 Bo', artinya dua bogie dengan dua gandar penggerak dan satu bogie idle dua gandar.
Lokomotif ini terdapat di Divisi Regional II Sumatra Barat yang relnya bergigi.

Profil Lokomotif BB204
Panjang body : 12600 mm
Lebar body : 2800 mm
Berat kosong : 52,8 ton
Daya mesin : 1230 HP
Jumlah motor traksi : 4 buah
Kecepatan maksimum : 60 km/jam

CC200

Lokomotif CC200 adalah lokomotif diesel pertama di Indonesia, buatan pabrik General Electric tahun 1953. Lokomotif diesel elektrik dengan berat 96 ton ini dipesan oleh Indonesia sebanyak 27 buah. Lokomotif CC200 yang tersisa sekarang berada di Dipo Lokomotif Cirebon yaitu CC20015 yang masih dirawat dengan baik untuk dilestarikan. Dua "saudara" terakhirnya, CC20008 dan CC20009 sudah dikirim ke Balai Yasa Yogyakarta setelah dinyatakan pensiun.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1750 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Co' 2 Co' artinya, lokomotif ini memiliki dua bogie penggerak masing-masing dengan 3 gandar penggerak dengan 6 motor traksi dan satu bogie idle yang terdiri dari 2 pasang roda.
CC201

Lokomotif CC201 adalah lokomotif buatan General Electric jenis U18C. Dibanding lokomotif tipe sebelumnya yaitu CC200, maka tipe CC201 mempunyai konstruksi yang lebih ramping dengan berat 84 ton dan daya mesin 1950 HP. Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya lokomotif memiliki 2 bogie masing-masing 3 gandar atau 6 gandar penggerak dengan 6 motor traksi, sehingga lokomotif ini dapat dioperasikan pada lintas datar maupun pegunungan. Di Indonesia, saat ini ada 135 loko CC201 yang masih beroperasi.
Penggunaan di Indonesia
PT Kereta Api Indonesia memesan lokomotif ini pada tahun 1976 sebanyak 38 buah. Selanjutnya lokomotif ini dibeli lagi oleh Indonesia pada tahun 1984 dan 1992 berturut-turut sebanyak 34 dan 20 buah ditambah lokomotif CC201 hasil perubahan dari lokomotif BB203. Lokomotif CC201 hampir terdapat di semua dipo induk di Indonesia
Profil Lokomotif CC201
Dimensi
1.                  Lebar sepur (track gauge): 1067 mm
2.                  Panjang body: 14134 mm
3.                  Jarak antara alat perangkai: 15214 mm
4.                  Lebar badan (body): 2642 mm
5.                  Tinggi maksimum: 3636 mm
6.                  Jarak gandar: 3304 mm
7.                  Jarak antar pivot: 7680 mm
8.                  Diameter roda penggerak: 914 mm
9.                  Diameter roda idle: -
10.              Tinggi alat perangkai: 770 mm
Berat
1.                  Berat kosong: 78 ton
2.                  Berat siap: 84 ton
3.                  Berat adhesi: 84 ton
Motor Diesel
1.                  Tipe: GE-7FDL8 ( Ford-Donaldson Diesel Eng. Corp )
2.                  Jenis: 4 langkah, turbocharger
3.                  Daya Mesin: 1950 HP
4.                  Daya ke generator/converter: 1825 HP
Motor Traksi/ Converter
1.                  Jumlah motor traksi: 6
2.                  Tipe motor: GE 761, arus searah ( DC-DC )
3.                  Gear ratio: 90 : 21
4.                  Tipe generator: GT 581
Kinerja
1.                  Kecepatan maksimum: 120 km/jam
2.                  Gaya tarik maksimum (adhesi): 17640 kgf
3.                  Kecepatan minimum kontinu: 24 km/jam
4.                  Jari-jari lengkung terkecil: 56.7 m
Kapasitas
1.                  Bahan bakar: 3028 liter
2.                  Minyak pelumas: 984 liter
3.                  Air pendingin: 684 liter

CC202

Lokomotif CC 202 adalah lokomotif buatan General Motors, Kanada. Lokomotif CC202 adalah lokomotif terberat di Indonesia yaitu 108 ton.
Lokomotif ini mempunyai spesifikasi teknik dan karakteristik khusus untuk menarik kereta api barang. Armada lokomotif ini hanya terdapat di Sumatra Selatan untuk melayani kereta api pengangkut batu bara. Lokomotif ini berjumlah 39 buah dan berada di Dipo Lokomotif Tanjung Karang (Dipo Induk TNK). Pada bulan April, dipo ini kedatangan 9 buah lokomotif CC202, dan total menjadi 48 buah.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 2250 HP dengan susunan gandar lokomotif ini adalah Co' Co'. Artinya, lokomotif ini memiliki dua bogie dimana setiap bogienya memiliki tiga poros penggerak.

CC203

Lokomotif CC203 buatan General Electric dengan seri U20C merupakan pengembangan desain dari lokomotif CC201, yaitu pada bentuk kabin masinis ujung pendek yang aerodinamis, serta diperlebar untuk kenyamanan dan mengurangi penumpang liar.
Lokomotif ini bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, di mana setiap bogie mempunyai tiga poros penggerak yang masing-masing digerakkan oleh motor tersendiri.
Yang membedakan adalah lokomotif CC203 menggunakan motor diesel dengan dua tingkat turbocharger sehingga dayanya 2150 HP.
Jumlah lokomotif ini adalah 37 buah di Jawa dan 4 buah di Sumatra Selatan.

CC204





Lokomotif CC204 merupakan kelas lokomotif diesel-elektrik yang dirakit khusus untuk Indonesia oleh PT. General Electric Lokomotif Indonesia yang merupakan perusahaan kerja sama antara General Electric Transportation dengan Industri Kereta Api Madiun (INKA). Lokomotif kelas ini terbagi menjadi dua seri, yaitu CC204 seri pertama yang merupakan model C18Mmi denganshort hood spartan (seperti CC201), dan CC204 seri kedua yang merupakan model C20EMP dengan hidung aerodinamis (seperti CC203).
Kedua seri sama-sama bergandar Co'Co'. Artinya adalah lokomotif dengan dua bogie, di mana setiap bogie mempunyai tiga poros penggerak yang masing-masing digerakkan oleh motor traksi tersendiri. Lokomotif ini mempunyai komponen komputer Brightstar Sirius yang dikembangkan oleh General Electric sehingga lokomotif jenis ini mampu memitigasi kerusakan sekitar 45 menit sebelum kerusakan itu terjadi. Kini mayoritas lokomotif ini terletak didipo lokomotif Sidotopo Surabaya (SDT). Lokomotif CC204 08 dan seterusnya dibeli oleh PT. Kereta Api Indonesia senilai Rp 20.000.000.000,00. Lokomotif ini memiliki daya tarik hingga 12 gerbong. Kecepatan maksimal lokomotif ini adalah 120 km/jam.


CC205

Lokomotif CC205 adalah lokomotif terbaru PT Kereta Api (Persero) buatan General Motors,Ontario, Kanada. Lokomotif CC205 adalah lokomotif terberat Kedua setelah CC 202 di Indonesia yaitu 108 ton. Lokomotif ini dibeli untuk menggantikan beberapa tugas lokomotif CC 202 yang sudah berumur. Dalam hal ini 4 lokomotif CC 202 bisa diganti dengan 2 lokomotif CC 205 Lokomotif ini tiba di Indonesia tepatnya di Provinsi Lampung tanggal 26 September 2011, karena lokomotif ini hanya di khususkan untuk menarik rangkaian kereta pengangkut batubara (Babaranjang) di Divre III Sumatera Selatan.Lokomotif CC205 saat ini menjadi lokomotif berteknologi paling modern di Indonesia.Lokomotif ini memiliki nomor seri EMD GT38ACe. Artinya adalah: EMD GT38ACe : - G : General Purpose (Untuk segala keperluan) - T : Turbocharger (Dengan turbocharger) - 38 : mesin EMD 710 - 8 silinder (dengan tenaga bisa sampai 3000 HP) - AC : Motor traksi sistem AC-ACDengan menggunakan mesin diesel bertipe 8-710G3A , dengan jenis mesin 2 langkah (2 tak)dengan 8 silinder yang sudah dimodifikasi , sehingga tingkat emisi gas buang lebih rendah. Menggunakan sistem rem 26L air brake system.

Sistem Kerja

Menggunakan sistem operasi berbasis microprocessor tipe EM2000 yang mengendalikan seluruh fungsi sistem kerja lokomotif. Pengendalian semua komponen yang merupakan subsistem, seperti Motor Diesel, alternator, motor traksi, kompresor, dst. Semua fungsi dan kerja akan direkam dan dapat didownload ke laptop. Sistem juga dapat melakukan self diagnostic bila terjadi gangguan pada lokomotif yang akan direkam dan dapat ditampilkan pada layar monitor, sehingga dapat diketahui penyebab gangguannya.

Mesin Terbaru

Mesin yang digunakan CC205 adalah tipe mesin terbaru dan terbaik buatan EMD Canada . Mesin ini adalah jenis mesin yang sama digunakan di lokomotif jenis SD60 series, SD70 series, SD80 series, dan SD9043MAC. Mesin ini berbeda dari mesin EMD 567C, EMD 645E, dan juga GE 7FDL-8 karena mesin ini menggunakan teknologi terbaru sehingga membuat mesinnya rendah polusi dan kebisingan.


C300

Lokomotif C 300 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Karl Marx, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1957.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 330 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 30 km/jam. Lokomotif ini bergandar C', artinya lokomotif ini memiliki tiga gandar penggerak.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Tanah Abang dalam kondisi diusulkan untuk diafkir. Sementara loko C 300-11 masih digunakan sesekali untuk menarik gerbong kereta wisata di Museum Transportasi, Taman Mini Indonesia Indah.
Profil Lokomotif C300
·                     Panjang body : 7100 mm
·                     Lebar body : 2920 mm
·                     Berat kosong : 28 ton
·                     Daya mesin : 330 HP
·                     Jumlah motor traksi : 1 buah
·                     Kecepatan maksimum : 30 km/jam

C301

Lokomotif C301 adalah lokomotif disel hidrolik buatan NCM-Holland, Belanda. Lokomotif ini dioperasikan pada tahun 1970.
Lokomotif ini berdaya 210 HP. Lokomotif ini digunakan untuk menarik kereta barang dan penumpang. Lokomotif in hanya di Aceh yang mempunyai lebar sepur 750 mm untuk menggantikan tugas lokomotif uap. Lokomotif ini adalah lokomotif milik PT. Kereta Api (Persero) yang ukurannya paling pendek. Lokomotif ini tidak terlalu lama beroperasi.
D300
Lokomotif D 300 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1968.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 50 km/jam. Lokomotif ini bergandar D', artinya lokomotif ini memiliki empat gandar penggerak.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Cepu dan dipo lokomotif Cilacap.

Profil Lokomotif D300
·                     Panjang body : 7384 mm
·                     Lebar body : 2700 mm
·                     Berat kosong : 32 ton
·                     Daya mesin : 340 HP
·                     Jumlah motor traksi : 1 buah
·                     Kecepatan maksimum : 50 km/jam

D301



Lokomotif D 301 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1962. Lokomotif ini merupakan tipe kedua setelah D300.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 340 HP. D 301 biasa digunakan untuk melangsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Bergandar D', yang artinya memiliki empat gandar penggerak, lokomotif D 301 dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 50 km/jam.

BB300

Lokomotif BB 300 adalah lokomotif diesel hidrolik pertama di Indonesia buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1958.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 680 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 75 km/jam. Lokomotif ini bergandar Bo' Bo', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie dimana setiap bogienya memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan.

Profil Lokomotif BB300
·                     Panjang body : 10000 mm
·                     Lebar body : 2720 mm
·                     Berat kosong : 33.6 ton
·                     Daya mesin : 680 HP
·                     Jumlah motor traksi : 1 buah
·                     Kecepatan maksimum : 75 km/jam
·                     Mesin : MTU-Mercedes Benz
·                     Kapasitas bahan bakar : 1860 Liter
·                     Kapasitas pasir : 246 Liter
·                     Kapasitas minyak hidrolik : 715 Liter

BB301

Lokomotif BB 301 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1964 sebanyak 10 buah.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1350 HP dengan berat lokomotif sebesar 52 ton. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang atau pun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam. Lokomotif ini bergandar Bo' Bo', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie, di mana setiap bogienya memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan..
Di Indonesia, terdapat 55 buah lokomotif BB301, namun banyak di antaranya yang sudah tidak beroperasi karena ada yang mengalami rusak berat dan ada pula yang sudah uzur termakan usia. Lokomotif ini terdapat di beberapa dipo lokomotif

BB302

Lokomotif BB 302 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Henschell, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1970.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 900 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 80 km/jam. Lokomotif ini bergandar B' B', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie dimana setiap bogienya memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Medan.
Profil Lokomotif BB302
·                     Panjang body : 11200 mm
·                     Lebar body : 2800 mm
·                     Berat kosong : 40,9 ton
·                     Daya mesin : 900 HP
·                     Jumlah motor traksi : 1 buah
·                     Kecepatan maksimum : 80 km/jam

BB303

Lokomotif BB303 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Henschell, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1973.

Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1010 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 90 km/jam. Lokomotif ini bergandar B' B', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie di mana setiap bogienya memiliki dua poros yang saling dihubungkan.


Profil Lokomotif BB303
·                     Panjang body : 11200 mm
·                     Lebar body : 2800 mm
·                     Berat kosong : 39,6 ton
·                     Daya mesin : 1010 HP
·                     Jumlah motor traksi : 1 buah
·                     Kecepatan maksimum : 90 km/jam

BB304

Lokomotif BB 304 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Fried Krupp, Jerman. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1976. Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1550 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta penumpang ataupun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 120 km/jam. Lokomotif ini bergandar B' B', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie, di mana setiap bogienya memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan.

BB305
Lokomotif BB 305 adalah lokomotif diesel hidrolik yang telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1978. Lokomotif ini dibagi menjadi tiga versi, yakni lokomotif BB305 nomor seri 01, lokomotif BB305 nomor seri 01, 02, dan 03, dan lokomotif BB305 dengan nomor seri 04 - 06.


Profil Lokomotif BB305
·                     Panjang body : 11734 mm
·                     Lebar body : 2920 mm (nomor seri 01, 02, dan 03) dan 2870 mm (nomor seri 04 - 
06)
·                     Berat kosong : 48 ton
·                     Daya mesin : 1550 HP
·                     Jumlah motor traksi : 1 buah
·                     Kecepatan maksimum : 120 km/jam

Lokomotif BB 305 (nomor seri 01, 02, dan 03)

Lokomotif BB 305 adalah lokomotif diesel hidrolik buatan pabrik Jenbacher, Austria. Lokomotif ini mulai dinas sejak 1978.
Lokomotif ini hanya memiliki satu kabin masinis. Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1550 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 120 km/jam. Lokomotif ini bergandar B' B', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie dimana setiap bogienya memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan. Lokomotif ini bentuk bodinya mirip dengan bodi lokomotif BB302, BB303, dan BB306.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Jember. Sayangnya, karena usia yang sudah renta dan sulitnya suku cadang, maka lokomotif ini kini sudah tidak bisa beroperasi lagi.

Lokomotif BB 305 (nomor seri 04 - 06)

Lokomotif BB 305 adalah lokomotif diesel hidrolik generasi keenam yang dimiliki oleh PT Kereta Api. Lokomotif ini diproduksi di pabriknya CFD, Perancis. Lokomotif ini juga mulai dinas sejak 1978 seperti seri yang sebelumnya.  Lokomotif ini memiliki dua kabin masinis, sehingga berbeda dengan lokomotif BB305 01, 02, dan 03.
Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1550 HP. Lokomotif ini biasa digunakan untuk dinasan kereta barang. Namun, karena lokomotif ini dimiliki oleh PT Kertas Leces, maka lokomotif ini hanya diperkenankan menarik KA pengangkut pulp bila diperlukan, selain itu bisa dipakai PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk dinasan KA Penumpang. Lokomotif ini memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan.
Lokomotif ini terdapat di dipo lokomotif Jember, namun sayangnya, seperti seri yang sebelumnya, pengabdian BB 305 sekarang sudah tidak bisa kita nikmati lagi, karena keterbatasannya suku cadang dan usia yang sudah renta.

BB306

Lokomotif BB306 adalah lokomotif diesel hidrolik yang dipunyai oleh Dipo Kereta-kereta Besar di Jakarta Kota. Loko ini kerap digunakan untuk melangsir kereta penumpang yang akan diberangkatkan dari Stasiun Jakarta Kota (JAKK). Lokomotif ini sering digunakan pada tahun 80-an hingga 90-an, sejak datangnya era KRL, loko ini mulai terlupakan dan kebanyakan rusak termakan usia dan kurang suku cadang (salah satunya BB306 16 (Tragedi Bintaro). Lokomotif ini hanya terdapat di Stasiun Jakarta Kota (dipo lokomotif Tanah Abang).

Selasa, 03 Januari 2012

KRL Indonesia


KRL Holec
KRL Holec adalah unit KRL ekonomi termuda yang masih digunakan (meski tidak sebanyak dulu). KRL ini dibuat oleh Belanda dan melayani rute Ekonomi. Dari seluruh rangkaian ekonomi yang ada, KRL Holec tergolong paling sulit dirawat. Selain karena masalah suku cadang yang susah dicari (pabriknya sendiri sudah lama tutup), KRL ini pun juga sering mengalami mogok karena kelebihan beban. Sehingga banyak KRL eks Holec yang rusak, dijadikan KRDE (Kereta Rel Diesel Elektrik) yang dioperasikan di beberapa kota di luar Jakarta. "Rekondisi" KRL Holec adalah KRDE yang dioperasikan di rute Yogyakarta-Solo (Prameks), dan Padalarang-Cicalengka (Baraya Geulis).


KRL Rheostatik
Sebagian besar rangkaian yang digunakan adalah buatan Jepang dari tahun 1976 sampai tahun 1987 dengan teknologi rheostatik. Umumnya, KRL ini dibuat oleh perusahaan Nippon Sharyo, Hitachi dan Kawasaki dari Jepang, untuk melayani kelas KRL Ekonomi. Untuk KRL rheostatik buatan pabrik Nippon Sharyo tahun 1987, rangkaian ini dulunya melayani rangkaian Pakuan Ekspres tahun 90-an. Setelah KRL Hibah (Tōei seri 6000) datang, KRL ini mulai terlupakan dan dijadikan rangkaian KRL Ekonomi. Khusus untuk KRL Rheostat yang datang pada tahun 1986-1987, bodinya sudah stainless steel dan merupakan KRL AC pertama di Indonesia. Untuk KRL buatan Nippon Sharyo tahun 1976, kereta ini sudah dicat ulang beberapa kali dari warna lamanya. Semula berwarna merah polos dengan 'wajah' kuning terang, kemudian putih-hijau, dan kini kuning kecoklatan. Kedua KRL ini mulanya seperti KRL Ekonomi AC atau Ekspres, yakni pintunya dapat tertutup secara otomatis, dan cukup nyaman. Namun, seiring berjalannya waktu kedua KRL ini menurun kondisinya menjadi seperti sekarang ini.
Mulai 2010, KRL ini menggunakan skema warna putih dengan garis oranye di tengah. Pada 2009, juga telah dioperasikan KRL dengan modifikasi kabin, yang bernama "Djoko Lelono"




















KRL Hitachi
KRL ini dibuat pada tahun 1997 di PT INKA bekerjasama dengan Hitachi, dibuat sebanyak 64 unit (8 set) berteknologi VVVF. Kereta ini memiliki ciri yang khas yaitu ketika mulai bergerak sangat halus dan tidak menyentak. Jenis KRL ini adalah yang digunakan untuk Pakuan Ekspres kelas bisnis sampai akhirnya turun tingkat ketika era Tōei seri 6000 datang dari Jepang.
KRL ABB Hyundai
KRL ini dibuat atas kerjasama antara PT INKA dan Hyundai,dirakit di PT INKA pada tahun 1985-1992 dibuat sebanyak 8 gerbong (2 set) berteknologi VVVF dan disebut-sebut merupakan prototype kereta maglev yang dikembangkan Hyundai untuk jalur Seoul-Pusan. Saat ini KRL ABB Hyundai telah dikonversi menjadi KRDE dan beroperasi di jalur Surabaya-Mojokerto (Arek Surokerto).


KRL Tōei 6000
KRL ini adalah KRL yang diimpor dari operator Kereta Bawah Tanah (Subway) milik Biro Transportasi Pemerintah Daerah Tōkyō (Tōei), dalam rangka kerjasama strategis Indonesia-Jepang saat itu. Meramaikan jalur Jabotabek mulai tahun 2000, dioperasikan di sebagian besar rute untuk layanan ekspres dengan tambahan pendingin udara (AC). Karena berstatus hibah dari Pemerintah Daerah Kota Tōkyō, KRL ini sering disebut sebagai KRL hibah.
Pada mulanya, didatangkan 72 unit kereta dari Jepang dengan masing-masing rangkaian terdiri dari 8 kereta. Namun, pada akhirnya hanya sebanyak 3 rangkaianlah yang memiliki 8 kereta, sedangkan sisanya dijadikan enam kereta per rangkaiannya.
Sebagian rangkaian 6 kereta menggunakan kabin modifikasi, yang dibuat oleh Balai Yasa Manggarai.






KRL Tōkyū 8000
KRL seri 8000. KRL eks Tokyu Seri 8000 dibuat pada tahun 1970-an. Perbedaan KRL Tokyu 8000 dengan KRL Tokyu 8500 terletak pada wajahnya, yaitu Seri 8000 hanya memiliki 1 display diatas sedangkan Seri 8500 memiliki 3 display diatas, dan juga jarak antara lampu utama dengan lampu semboyan 21, Seri 8000 jaraknya dekat sedangkan Seri 8500 jaraknya jauh.





KRL Tōkyū 8500
KRL seri 8500 dibuat pada tahun 1975-an dan merupakan pengembangan dari Tokyu seri 8000. Khusus untuk unit bernomor depan 07xx dan 08xx (mis. 0715 dan 0815) adalah unit yang dibuat pada tahun 1985 ke atas.
KRL ini diimpor dari Jepang dengan harga sekitar 800 juta per unit, atau sekitar 6,5 miliar per rangkaian dengan 8 kereta. Berkat perawatan yang baik, KRL Tōkyū selama ini jarang bermasalah dan dapat dioperasikan sampai sepuluh tahun mendatang di Jabodetabek.
KRL JR East 103
KRL eks East Japan Railway Company seri 103 didatangkan pada 2004. KRL seri 103 ini adalah salah satu rangkaian yang mulanya digunakan untuk layanan Bojonggede Ekspres dan Depok Ekspres. Akibat bertambahnya penumpang, KRL ini pun diganti dengan rangkaian lain yang memiliki 8 kereta.
KRL ini masing-masing rangkaiannya terdiri dari 4 gerbong (1 set), dan menjadi salah satu rangkaian KRL dengan AC terdingin di Jabodetabek. KRL ini berada di bawah alokasi depo Depok.
Unit yang masuk ke Indonesia sebanyak 4 set, masing-masing dengan 4 gerbong.



KRL JR East 203
KRL eks East Japan Railway Company seri 203 tiba di Indonesia pada tanggal 2 Agustus 2011. Saat ini set 52F dan 66F sudah berdinas, sementara set lain berada di Dipo Depok dan sedang dalam proses modifikasi penggantian warna sesuai skema PT. KAI Commuter Jabodetabek. KRL ini memiliki formasi 10 kereta per rangkaian.
KRL Tōyō Rapid 1000
KRL eks Tōyō Rapid seri 1000 masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.
KRL Tōkyō Metro 05
KRL eks Tōkyō Metro seri 05 mulai tiba di Jakarta pada Agustus 2010, diawali dengan rangkaian 05-07F. Seri ini adalah KRL dengan teknologi tercanggih di Jabodetabek saat ini. Total keseluruhan ada 8 rangkaian seri 05 yang tiba di Indonesia.
Seluruhnya berwarna merah-putih-kuning. Khusus untuk 04F, 05F, dan 12F memakai tralis jendela berwarna hitam, sementara rangkaian lain tralis jendelanya berwarna silver.


KRL Tōkyō Metro 5000
KRL eks Tōkyō Metro seri 5000 masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengan delapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.
KRL Tōkyō Metro 6000
KRL eks Tōkyō Metro seri 6000, masing-masing dengan 10 kereta, merupakan armada terbaru yang sudah diuji coba dan dioperasikan.
Rangkaian 6126F memiliki perbedaan yang mencolok dengan ketiga seri 6000 lainnya, di mana persambungan pada rangkaian ini seluruhnya merupakan persambungan seperti rangkaian KRL eks Tōkyō Metro seri 7000 nomor 7121F hingga 7123F, sementara ketiga seri 6000 lainnya memiliki bentuk persambungan lebar seperti jamur.


KRL Tōkyō Metro 7000
KRL eks Tōkyō Metro seri 7000, masing-masing dengan sepuluh kereta, namun hanya dioperasikan dengandelapan kereta akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya.
Berkebalikan dengan KRL eks Tōkyō Metro seri 6000, rangkaian 7117F merupakan satu-satunya rangkaian seri 7000 yang memiliki bentuk persambungan lebar, sementara bentuk persambungan pada rangkaian lainnya sama seperti rangkaian 6126F.


KRLI (INDONESIA)
KRLI dibuat tahun 2001, sebagai hasil produk PT Inka yang merupakan pabrik kereta api nasional. Dengan alasan biaya pengadaan yang terlalu tinggi dan sering bermasalah, tidak banyak KRLI yang digunakan. Pada masa pendesain, KRL ini disebut sebagai KRL Prajayana. KRLI yang digunakan oleh PTKA pada awalnya terdiri dari 2 rangkaian, masing-masing dengan empat gerbong. Namun, KRLI generasi pertama (yang menggunakan warna oranye) dikembalikan lagi ke INKA oleh PTKA akibat sering mogok dan bermasalah. Kini, KRLI dicat dengan striping biru.

KRL i9000 KfW-Bombardier-INKA
KRL i9000 mulai diproduksi tahun 2010 dan telah diresmikan bersama kereta api Gajah Wong pada hari Rabu tanggal 24 Agustus 2011. KRL ini dibuat sebanyak 10 set, per setnya 4 kereta dengan kodefikasi baru (K3 1 11 xx). Saat ini sudah ada 2 set yang berada di dalam Balai Yasa Manggarai, menunggu sertifikasi dari Kemenhub. Sementara set lainnya masih terdapat di INKA. KRL ini diproyeksikan akan melayani rute Jakarta Kota-Kampung Bandan-Tanjung Priok, yang hingga saat ini masih dalam tahap adaptasi dan uji coba.